+62 274 563929, ext: 351

Pendaftaran Mahasiswa Baru

Prof. Dr. J.B. Giyana Banawiratma Memasuki Masa Purna Bakti: Teladan Pengabdian dan Cinta pada Kemanusiaan

Setelah 20 tahun mengabdi di dunia pendidikan teologi, Prof. Dr. J.B. Giyana Banawiratma, yang akrab disapa dengan Pak Bana, resmi memasuki masa purna bakti. Masa purna bakti Pak Bana secara resmi dimulai pada 31 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan ulang tahunnya yang ke-79. Perjalanan panjang beliau menjadi saksi dedikasi seorang akademisi yang tidak hanya mencintai ilmu, tetapi juga menghidupi nilai kemanusiaan dan iman yang membebaskan.

Pak Bana merupakan salah seorang dosen dalam bidang Metodologi Riset, Teologi Kontekstual, Kristologi, Ekklesiologi. Dalam ruang kuliah dan pelayanan akademik, Pak Bana selalu menghadirkan pemikiran yang tajam sekaligus menyentuh hati. Ia mengajak mahasiswa dan rekan sejawat untuk tidak berhenti pada teori, tetapi berani merefleksikan bagaimana teologi dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan keadilan, perdamaian, dan kasih di tengah kehidupan nyata.

Sebagai tanda terima kasih dan penghargaan atas pengabdian panjang beliau, pada Ibadah Fakultas Teologi tanggal 23 September 2025, fakultas diwakilkan oleh Wakil Dekan 2, Pdt. Dr. Wahyu Nugroho, MA memberi kenang-kenangan simbolis berupa cincin kepada Pak Bana. Cincin tersebut melambangkan ikatan yang tidak terputus antara beliau dan keluarga besar fakultas—sebuah simbol cinta, dedikasi, dan persaudaraan yang akan terus terjalin.

Meskipun telah memasuki masa purna bakti, Fakultas Teologi UKDW tetap menyambut hangat kehadiran Pak Bana di tengah komunitas akademik. Kehadirannya selalu menjadi sumber inspirasi, baik melalui pemikiran, semangat, maupun teladan hidup yang beliau wariskan.

Masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru dalam perjalanan seorang pendidik sejati. Terima kasih atas dedikasi, kebijaksanaan, dan kasih yang telah ditaburkan selama ini. Warisan intelektual dan spiritual Pak Bana akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus teolog dan pelayan kemanusiaan.

Teruslah menulis, teruslah berkarya, teruslah berjuang untuk wong cilik — Pdt. Prof. Robert Setio, Ph.D

Bagikan