+62 274 563929, ext: 351

Pendaftaran Mahasiswa Baru

Caring Nature 2025: Green Faith in Action

Masihkah keadaan bumi kita sama seperti bagaimana kita pertama kali memijakkan kaki? Pertanyaan reflektif ini sejalan dengan krisis ekologi di bumi yang kian meningkat, terutama di Indonesia. Lahan-lahan hijau di daerah perkotaan semakin menipis, pohon-pohon digantikan dengan tiang-tiang listrik, dan tanah berumput berubah menjadi tumpukan aspal dan beton. Sebagai bentuk perjuangan ekologi, BEMF Teologi UKDW mengadakan Program Caring Nature. Program ini telah berjalan selama beberapa periode, dan tahun ini ProgramCaring Nature kembali hadir dengan tema yang sama yakni, “Green Faith in Action: Merawat Bumi, Menghidupi Iman”.


Program Caring Nature memang identik dengan kegiatan bersih – bersih. Namun pada tahun ini, BEMF Teologi UKDW ingin menunjukkan bahwa ada banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap bumi. Selain membersihkan sampah, budidaya tanaman juga menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap alam. Upaya menjaga alam sangat penting di kondisi seperti sekarang, dimana lahan-lahan pertanian dan perkebunan tergantikan oleh pabrik dan pemukiman warga. Oleh karena itu, bekerja sama dengan warga dari RW 07, Kelurahan Baciro, BEMF Teologi UKDW kembali mengadakan Caring Nature dengan aksi menanam tanaman secara hidroponik. Peserta dari kegiatan ini terdiri dari mahasiswa perwakilan setiap angkatan bersama dengan warga sekitar. Bersama narasumber Kukuh Madyaningrana, S.Si., M.Biotech, para peserta berkesempatan untuk belajar sekaligus mempraktikkan budidaya tanaman dengan metode hidroponik.

Untuk mendukung kegiatan Caring Nature, sebelum pelaksanaan acara, BEMF Teologi UKDW bekerja sama dengan mahasiswa dari Kelompok Studi Pengelolaan Lingkungan Fakultas Bioteknologi UKDW untuk terlebih dahulu mempelajari cara melakukan budidaya tanaman secara hidroponik dan mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan. Selain itu, Kelompok Studi Pengelolaan Hidup dari Fakultas Bioteknologi UKDW dan Kukuh Madyaningrana turut menyumbangkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk budidaya tanaman dengan hidroponik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fakultas Teologi dapat menjalin relasi yang baik dengan mahasiswa dari fakultas lain.


Kegiatan ini berlangsung dalam 2 sesi. Pada sesi yang pertama, Kukuh Madyaningrana memaparkan materi mengenai budidaya tanaman dengan metode hidroponik. Dalam materinya, Kukuh Madyaningrana memaparkan materi mengenai berbagai model hidroponik sehingga tidak terbatas hanya pada penggunaan pipa seperti pada umumnya. “Kita juga bisa menggunakan barang-barang bekas, seperti galon ini misalnya. Tinggal dilubangi saja kemudian masukan air dan netpot yang sudah memiliki sumbu. Nah, ini namanya model wick.” Ujar Kukuh Madyaningrana. Mengingat harga instalasi hidroponik yang mahal, Kukuh Madyaningrana menyarankan untuk menggunakan barang bekas. Selain menghemat biaya, penggunaan barang bekas juga merupakan salah satu langkah untuk mengolah kembali sampah. Pada sesi ini, peserta menunjukkan antusias dan ketertarikannya dengan menanyakan berbagai macam hal, termasuk hal-hal yang belum pernah Kukuh Madyaningrana coba lakukan sendiri. Interaksi ini menjadi sarana peserta dan narasumber dalam menemukan hal baru yang dapat terus dieksplorasi.

Kemudian pada sesi kedua para peserta masuk ke dalam kelompok yang sudah diatur oleh BEMF Teologi UKDW untuk mencoba mempraktekkan materi yang disampaikan oleh narasumber. Setiap kelompok berlatih mulai dari cara menyemai, mengukur PPM air, mencampurkan AB mix kedalam air dan tahapan – tahapan lain. Dalam sesi ini anggota BEMF Teologi UKDW berperan sebagai tangan kanan dari Kukuh Madyaningrana dengan menjadi pemandu dari masing-masing kelompok. Disini BEMF Teologi UKDW tidak hanya menjadi pengawas (PJ) melainkan juga mendorong supaya para peserta mampu mencoba melakukannya sendiri. Pada sesi ini para peserta turut terlibat aktif dan mencoba mempraktekannya sendiri. Setiap kelompok mampu mengikuti panduan yang disampaikan oleh PJ dalam kelompok.

Setelah mengikuti kedua sesi ini para peserta beristirahat sejenak untuk menunaikan ibadah dan kemudian menikmati konsumsi yang telah disediakan. Setelah waktu istirahat selesai seluruh rangkaian acara ini ditutup dengan penyerahan plakat kepada Pak Jarwo selaku ketua RW 07, Kelurahan Baciro, dan penyerahan seperangkat alat dan bahan untuk melanjutkan budidaya tanaman dengan hidroponik tersebut secara mandiri. Melalui rangkaian kegiatan ini, BEMF Teologi mengajak warga untuk menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah kompleksitas zaman. Harapannya, teologi tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi berakar di tanah dan berbuah dalam tindakan. Caring Nature menjadi bentuk spiritualitas ekologis dimana iman yang bertumbuh bersama alam, berpijak pada kasih Kristus, dan ditiup oleh Roh yang memberi hidup. Kiranya gerakan ini terus menumbuhkan kesadaran bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah kepada Sang Pencipta.

BEMF TEOLOGI UKDW
Div. Akademik

Bagikan