Pada 25 September 2025, Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana menyelenggarakan Seminar Purna Bakti untuk menghormati perjalanan panjang Prof. Dr. J.B. Giyana Banawiratma, yang akrab disapa Pak Bana. Acara ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga menjadi sebuah perayaan intelektual dan spiritual atas karya serta pemikiran beliau yang telah memberi warna mendalam bagi dunia teologi di Indonesia.
Dalam seminar ini, dilakukan pembedahan buku Spiritualitas Trinitaris Kosmis, karya pemikiran terbaru dari Pak Bana. Buku tersebut mengajak pembaca untuk memahami spiritualitas dalam terang relasi Trinitas yang melampaui batas individual dan mengakar dalam kosmos — sebuah undangan untuk melihat keutuhan ciptaan sebagai wujud kasih Allah yang terus bekerja dalam sejarah.
Seminar ini menghadirkan tiga pembicara dengan latar dan sudut pandang yang beragam, yakni Pdt. Dr. Joas Adiprasetya (dosen Sekolah Tinggi Filsafat Jakarta yang berfokus pada Teologi Konstruktif dan Teologi Agama-agama), Romo A. Bagus Laksana, SJ., Ph.D. (Rektor sekaligus Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma yang menekuni bidang Kristologi, Teologi Agama-agama, Pancasila, serta kajian lintas budaya dan agama di Indonesia), dan Pdt. Dr. Wahyu Nugroho, M.A. (dosen Universitas Kristen Duta Wacana yang mengajar Studi Agama-agama dan Islamologi).
Ketiga narasumber ini menyajikan refleksi sesuai dengan latar belakang dan sudut pandang masing – masing pembicara yang memperkaya dialog teologis, dengan menyoroti spiritualitas dan praksis iman di tengah perubahan zaman. Melalui keberagaman perspektif tersebut, tampak jelas semangat akademik yang inklusif dan terbuka — nilai yang sejak lama menjadi roh pengajaran dan teladan hidup Pak Bana.
Lebih dari sekadar seminar, acara ini menandai lahirnya tradisi baru di Fakultas Teologi Duta Wacana: seminar purna bakti sebagai bentuk penghormatan dan perayaan atas pengabdian seorang dosen yang telah menorehkan jejak mendalam. Tradisi ini menjadi ruang bersama untuk mengenang, merayakan, dan meneruskan warisan pemikiran yang hidup dalam semangat dialog, pelayanan, dan kasih.
Melalui acara ini, fakultas tidak hanya mengucapkan terima kasih atas pengabdian Pak Bana, tetapi juga menegaskan bahwa pemikiran dan teladan beliau akan terus menjadi inspirasi bagi perjalanan teologi kontekstual di Indonesia.




Selengkapnya, simak tayangan video kegiatan ini di kanal YouTube Fakultas Teologi UKDW.